Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berkaitan dengan suatu perangkat terpasang pemberi peringatan dini gempa bumi berdasarkan perilaku struktur bangunan, lebih khususnya perangkat terpasang pemberi peringatan dini gempa bumi yang dilengkapi dengan sistem sensor perekam getaran gempa bumi primer dan sekunder serta perangkat lunak. Perangkat lunak diinformasikan dengan data-data perilaku struktur bangunan yang sudah dikaji sebelumnya. Saat perangkat merekam data gelombang primer gempa bumi, maka perangkat memprediksi gelombang sekunder gempa bumi (lebih besar) dan memprediksi perilaku struktur bangunan serta memberi peringatan pada penghuninya. Berdasarkan peringatan ini, penghuni dapat melakukan tindakan yang tepat sebelum gelombang sekunder datang. Setelah gelombang sekunder berlalu, peralatan memberi informasi lagi kondisi struktur kepada penghuni, sehingga penghuni dapat melakukan tindakan yang tepat.
Invensi ini berkaitan dengan pengembangan medium lokal untuk kultivasi arkea halofilik. Medium ini dirancang untuk menggantikan komponen impor yang umum digunakan dalam media kultur standar, seperti pepton, yeast extract, dan garam pro analysis (PA). Medium lokal ini terdiri dari garam krosok 20%(w/v) dan hidrolisat protein ikan (HPI) yang diperoleh dari ikan lele (Clarias gariepinus) melalui proses hidrolisis enzimatis. Selanjutnya, arkea halofilik yang diperbanyak secara bertahap, diaplikasikan untuk memperkaya ladang garam rakyat. Dengan jumlah starter arkea halofilik sebanyak 0,5% yang disiapkan di ladang garam, digunakan untuk mengoptimalkan produktivitas ladang garam rakyat. Medium ini terbukti mendukung pertumbuhan arkea halofilik (Halococcus salsus dan konsorsium Haloferax spp.), sehingga dapat digunakan sebagai alternatif medium sederhana dan mudah disiapkan untuk perbanyakan arkea halofilik. Aplikasi arkea halofilik yang diperbanyak dengan medium lokal, mampu meningkatkan produktivitas ladang garam dengan indikator terjadinya peningkatan laju penguapan, salinitas dan berat panen. Invensi ini berpotensi untuk dimanfaatkan di berbagai aplikasi penelitian maupun industri, khususnya di sektor kesehatan dan pangan, serta berpotensi meningkatkan hasil produksi garam rakyat secara signifikan.
Formulasi Tepung Biostimulan Berbahan Aktif Bakteri Halotoleran Asal Pesisir Pantai Utara Jawa Nitratireductor aquibiodomus(PENGHASIL 1- AMINOCYCLOPROPANE- 1-CARBOXYLATE), Brevibacterium sp (PENAMBAT NITROGEN) DAN Salinicola tamaricis (PELARUT FOSFAT) UNTUK INDUKSI TOLERANSI TANAMAN TERHADAP CEKAMAN SALINITAS. Invensi ini mengungkapkan suatu formula biostimulan yang mengandung bahan aktif berupa strain bakteri halotoleran dari ekosistem Pesisir Pantai Utara Jawa penghasil ACC deaminase (Nitratireductor aquibiodomus), penambat nitrogen (Brevibacterium sp), dan pelarut fosfat (Salinicola tamaricis) untuk peningkatan pertumbuhan dan induksi toleransi tanaman terhadap cekaman salinitas. Ketiga strain bakteri tersebut dikomposisikan dalam satu formula dengan perbandingan 4:10 (ml/g) bahan pembawa berbentuk tepung dengan bahan baku utama talk, Carboxy Methyl Cellulose (CMC) sebagai bahan adhesif atau senyawa protektan, dan CaCO3 sebagai bahan tambahan untuk pengaturan pH formulasi dan kadar 14 – 15 %. Hasil uji viabilitas produk biostimulan setelah proses pengeringan yaitu 3 x 108. Produk biostimulan diaplikasikan langsung pada benih dan bibit tanaman dengan metode perendaman (dipping).
"Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan bioagen-fotosintesis dari bahan aktif konsorsium bakteri dengan menggunakan bahan pembawa molases, carboxy methyl cellulose (CMC) dan gliserol. Bioagen fotosintesis dalam invensi ini mengandung 4 bahan aktif mikroba, yaitu Brevundimonas olei Bacillus altitudinis, Bacillus firmus, dan Mycobacterium senegalense. Bioagen fotosintesis dibuat dalam bentuk cair sehingga mudah dalam pengaplikasiannya. Bioagen fotosintesis dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemupukan serta produktivitas tanaman khususnya peningkatan kandungan gula tanaman, seperti tanaman sorgum dan stevia hingga 50%. "
"Invensi ini berhubungan dengan formulasi pupuk organik hayati cair berbasis rizobakteri multifungsi yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas tanaman bawang. Formula pupuk organik hayati cair ini mencakup konsorsium rizobakteri multifungsi (Bacillus sp., Brucella sp., Novospingobium sp.) yaitu sebagai pemacu pertumbuhan, penghasil lakase, ACC deaminase, agen biokontrol dan pendegradasi pestisida. Telah diungkapkan dalam invensi ini formulasi pupuk organik hayati berbasis rizobakteri multifungsi terdiri dari tepung maggot, dedak, limbah kulit nanas, tepung kedelai, molase, rock fosfat, air kelapa muda, telur, dan air. Proses pembuatan pupuk organik hayati cair yang terdiri dari tahapan: pembuatan larutan tepung maggot, pembuatan ekstrak dedak, pembuatan ekstrak limbah kulit nanas, pembuatan ekstrak tepung kedelai, penambahan larutan molase, penambahan larutan rock fosfat, penambahan air steril, penambahan air kelapa muda, penambahan telur, serta penambahan starter konsorsium rizobakteri multifungsi ke dalam campuran, diikuti oleh proses fermentasi secara aerob selama 15 - 21 hari. Invensi ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tanah, meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan, mengurangi toksisitas pestisida dalam tanah serta meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas tanaman bawang. "
Invensi ini mengenai metode penentuan ambang status peringatan pada sistem peringatan dini gempa berdasarkan estimasi tingkat kerusakan bangunan. Sistem peringatan dini gempa adalah pendeteksian gelombang Primer gempa dan dengan cepat mengestimasi kapan dan besarnya gelombang Sekunder yang lebih besar akan tiba di lokasi bangunan. Estimasi besarnya gelombang Sekunder yang akan tiba dinyatakan dalam bentuk nilai percepatan. Untuk bangunan, perlu dihitung pada nilai percepatan berapa bangunan akan mengalami rusak ringan, sedang, atau berat. Untuk hal tersebut, diperlukan data-data struktur bangunan berupa data desain dan gambar struktur bangunan. Data desain antara lain berupa standar yang digunakan saat perencanaan bangunan, jenis tanah, dan tipe bangunan. Data tersebut digunakan untuk menentukan spektrum respons desain dan faktor reduksi yang dipakai untuk mengestimasi nilai ambang percepatan yang menyebabkan struktur akan mengalami rusak ringan, sedang, dan berat.
Invensi ini mengungkap suatu metode untuk memproduksi biolubrikan dari RBD Palm Olein dan asam oleat minyak sawit.
Invensi ini mengenai suatu sistem monitoring emisi kapal berbasis sensor multi gas dengan MING stack menggunakan IoT yang terintegrasi dengan arsitektur MING stack (Mosquitto, InfluxDB, Node-red, Grafana).
Invensi ini mengungkap suatu proses pembuatan garam industri dari bahan baku garam rakyat dengan kadar NaCl kurang dari 95%, menggunakan kombinasi screw classifier, mixer washer, dan hydrocyclone untuk pencucian, serta spinner untuk pemisahan padatan-cairan. Proses ini dilakukan tanpa penambahan bahan kimia dan memanfaatkan larutan brine dengan derajat Baumé 23–25. Produk yang dihasilkan memiliki kadar NaCl lebih dari 97%, kadar pengotor Mg dan Ca kurang dari 0,06%, dan kadar air kurang dari 0,05%. Proses ini sederhana, efisien, dan cocok untuk skala kecil hingga menengah.
Invensi ini mengungkapkan sistem co-biodigester anaerobik inovatif untuk produksi biogas dari ko-digesti Palm Oil Mill Effluent (POME) dan substrat cair tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sistem terintegrasi terdiri dari tangki reaktor, pompa sirkulasi, venturi injektor dan sistem sirkulasi untuk pengaduk. Keunggulan utama adalah pencapaian homogenitas optimal tanpa pengaduk mekanis melalui kombinasi sirkulasi hidrolik dan injeksi gelembung gas mikro via venturi. Metode operasi meliputi pencampuran POME:TKKS dengan rasio 70:30, menggunakan pengadukan sirkulasi internal kontinyu dan injeksi gas melalui venturi, dan resirkulasi 10-30% biogas untuk menciptakan mixing turbulent dan peningkatan transfer massa. Sistem menghasilkan biogas dengan kandungan metana 68-76%, produktivitas 0,48-0,58 m³/kg COD removed, peningkatan kandungan gas metana 30-37% dibanding POME tunggal, efisiensi removal COD 71-86%, dan penghematan energi 60-65% dibanding sistem konvensional menggunakan pengaduk mekanis.. Aplikasi utama untuk industri kelapa sawit dengan potensi skalabilitas hingga 100 m³ dan adaptasi untuk berbagai ko-substrat organik.
Invensi ini berhubungan dengan proses produksi karagenan dari rumput laut (Kappaphycus alvarezii) penggunaannya sebagai bahan pembantu dalam proses pembuatan roti bebas gluten berbahan dasar tepung beras. Suatu proses produksi karagenan dari rumput laut melalui tahapan: pencucian, pengecilan ukuran, ektraksi dengan larutan basa, penambahan bahan kimia, hingga separasi dan proses pengeringan. Hasil ektraksi diperoleh karagenan dengan rendemen 36,63% dengan kadar air 22,87%. Adapun karakteristik fisik berupa warna dengan besaran nilai L* 70,16; nilai a* 5,35 dan nilai b* 21,79. Karagenan optimal selanjutnya dipergunakan untuk bahan formulasi dan proses produksi roti bebas gluten dengan menggunakan bahan baku utama berupa tepung beras. Berdasarkan hasil produk roti bebas gluten dengan penambahan karagenan pada tepung beras, diperoleh kharakteristik kimia atau proksimat dari roti bebas gluten setelah dikeringkan selama 3 jam pada suhu 60°C tersebut adalah kadar air 6,52%, kadar abu 2,12%, kadar lemak 11,44%, kadar protein 7,54%, kadar karbohidrat 72,38% dengan energi sebesar 422,64kkal.
Invensi ini mengungkapkan tentang teknologi proses pembuatan CMC (Carboxymethyl Cellulose) dari jerami padi dan penggunannya untuk formulasi roti gluten free berbahan dasar tepung jagung. Suatu proses produksi CMC dari jerami padi melalui langkah-langkah berikut: mencuci bersih jerami padi, menghancurkan jerami padi menjadi serbuk jerami, mencampur dan memanaskan campuran, menyaring dan mencampur residu hasil penyaringan bertahap dan terakhir mengeringkan hasil yang diperoleh dengan oven pengering sehingga diperoleh serbuk CMC (Carboxymethyl Cellulose). Suatu formulasi roti gluten free berbahan dasar tepung jagung dengan bahan tambahan hidrokoloid CMC jerami padi melalui langkah-langkah sebagai berikut: menimbang bahan baku dan bahan pembantu; mencampur semua bahan, menguleni adonan hasil pencampuran dengan menggunakan mixer hingga terbentuk adonan yang kalis elastis; melakukan proses fermentasi adonan yang dihasilkan dari dengan proses proofing serta memanggangnya dengan oven.