Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini mengenai formulasi masker wajah dari minyak atsiri kemenyan, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan formulasi masker wajah dengan menggunakan minyak atsiri kemenyan, lavender dan curcuma yang dikombinasikan dengan berbagai ekstrak nabati, dan senyawa aromatik lainnya secara proporsial dengan keunggulan sinergi manfaat kecantikan yang aman dan efektif, serta mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya khususnya formulasi masker wajah, dimana suatu formulasi masker wajah dari minyak atsiri kemenyan.yang terdiri dari (a) menyiapkan notasi aromatik minyak atsiri yang terdiri dari minyak kemenyan; lavender; minyak curcumin; ekstrak botani yakni Zea mays starch/ tepung jagung; dengan bahan pengental berupa xanthan gum; serta pelembab dari rose hydrosol dan hyaluronic acid; aqua distillata sodium benzoat dan berupa Vitamin E sehingga diperoleh masker wajah yang mengandung bahan aktif alami yang efektif dan aman untuk menghidrasi, mencerahkan, menghaluskan kulit dengan tekstur ringan, homogen, stabil dengan aroma yang menenangkan.
Invensi ini mengenai formulasi serum muka, lebih khusus, invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula serum muka dari minyak atsiri kemenyan dan nilam melalui teknologi nano-emulsi. Tujuan utama dari invensi ini adalah menyusun formulasi nano - emulsi minyak kemenyan dan nilam sebagai produk kosmetik serum muka, dimana suatu formula nano-emulsi serum muka terdiri dari (a) menentukan proporsi bahan aktif yakni minyak kemenyan (Styrax sumatrana) dan nilam (Pogostemon cablin) sebagai basis (total 2 -5% dari bahan aktif) yang dikombinasikan dengan minyak kenanga (Cananga odorata) dan sereh wangi (Cymbopogon nardus) (total 7-10 % dari bahan aktif) serta minyak pembawa berupa jojoba dan rosehip (total 80-90% dari bahan aktif); (b) mencampur minyak atsiri secara berurutan; dan dilanjutkan (c) membuat sediaan nano-emulsi topikal dari campuran minyak atsiri menggunakan eksipien seperti tween 80, propilen glikol, metil paraben, propil paraben, dan rose hidrosol. Dengan metode ini dihasilkan nano-emulsi serum muka dengan tekstur ringan, homogen dan stabil sehingga meningkatkan efektivitas penetrasi bahan aktif yang dapat menciptakan kulit muka yang lembab, halus dan cerah dengan aroma segar, lembut, dan menyenangkan.
Invensi ini berkenaan dengan probiotik instant bubuk dan proses pembuatannya dengan berbahan utama Lactobacillus dan Bacillus sp. untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia. Komposisi formulasi probiotik Bacillus spp. instant terdiri dari 15-20% dekstrosa, 48-54% campuran protein bubuk, dan 23-27% Bacillus spp. bubuk, dengan Jumlah populasi mencapai 5.0 x 109 CFU/ml. Hasil uji konfirmasi dengan formulasi tersebut sebesar 10.45 ± 0.013 log 10 CFU/ml. Komposisi formulasi probiotik instant Lactobacillus terdiri dari 8-14 % dextrose, 40-50% protein campuran, 40-45% probiotik bubuk, 1,5-2,5% asam amino campuran, dan 0,5-1,5% mineral campuran menghasilkan jumlah populasi tertinggi yaitu 8.29 Log 10 CFU/g. Komposisi untuk mendapakan jumlah bakteri hidup terbaik pada probiotik instant Lactobacillus plantarum TSD-10 menurut hasil penelitian terdiri dari 9-23% dextrose, 35-40% protein campuran, 36-40% probiotik bubuk, 1-3% asam amino campuran, dan 0,5-1,5% mineral campuran dengan jumlah pupulasi bakteri asam laktat yang paling tinggi yaitu 8.03 log 10 CFU/g.
Invensi ini mengenai formulasi parfum aromaterapi, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula parfum aromaterapi dengan menggunakan minyak atsiri kemenyan sebagai base-note yang dikombinasikan dengan berbagai minyak atsiri endemik Nusantara dengan keunggulan aroma wangi bertahan lama, sekaligus bersifat relaksasi dan teurapetik karena mengandung senyawa aromaterapi. Formulasi parfum aromaterapi terdiri dari yakni minyak atsiri kemenyan sebagai base-note, serta minyak atsiri nilam, musk, kayu manis, cendana, kenanga, geranium, mawar, peppermint, akar wangi, jeruk, dan propilen glikol etil eter.
Invensi ini mengenai produk minuman fermentai ekstrak kacang koro dengan mutu dan daya terima yang baik sebagai minuman fungsional. Proses fermentasi menggunakan kultur simbiosis bakteri dan khamir (Scoby: Symbiotic Culture Bacteria and Yeast) pada media dengan penambahan gula pasir sebesar 10%, waktu fermentasi 3 hari dan suhu inkubasi 37oC. Teknik ultrasonikasi digunakan pada proses pengolahan hasil fermentasi menggunakan suhu 60oC, selama 60 menit untuk meningkatkan mutu dan penerimaan produk. Kandungan nutrisi minuman fermentasi kacang koro persajian (220 ml) adalah sebagai berikut energi total 145,73 Kcal, karbohidrat total 19,2 %,gula total 16,02%, Kadar lemak total < 0,024%, energi dari lemak 0 Kcal, kadar protein 0,50% dan mineral 1,08%.
Buah sempur mengandung senyawa fenolik yang tinggi. Ekstrak buah sempur bernilai IC50 90,026 ppm yang termasuk dalam kategori kuat. Kadar total fenol (mg equivalen asam galat/g ekstrak) 8,44±0,09. Kadar total flavonoid (mg equivalen kuersetin/g ekstrak) 7,60±0,36. Suatu formulasi kombucha buah sempur yang terdiri dari:buah sempur kering sebanyak 2,5-3% berat/berat;gula putih sebanyak 10-13% berat/berat;starter kombucha sebanyak 5-6% berat/berat;kultur kombucha sebanyak 2,5-3% berat/berat;air sebanyak 80-85% berat/berat. Tahapan pembuatan kombucha buah sempur yaitu buah matang dipotong kecil dan tipis, dikeringkan dalam oven pada suhu 40-45 ºC selama 7-8 hari, 2,5-3% buah kering direbus dalam air sebanyak 20-25% pada suhu 100-110 ºC selama 3-5 menit, menambahkan gula putih 10-13%, memasak selama 3-5 menit hingga terbentuk larutan, menyaring ampas larutan, mendingikan larutan hingga suhu ruang 25 ºC ± 5 ºC, memasukkan 70-75% air matang suhu ruang 25 ºC ± 5 ºC ke dalam toples kaca, memasukkan larutan yang sudah disaring ke dalam toples kaca, menambahkan starter kombucha cair sebanyak 5-6% dan SCOBY sebanyak 2,5-3%, menutup toples kaca dengan kain ikat dengan karet gelang, proses fermentasi selama 7-14 hari pada suhu ruang 25 ºC ± 5 ºC, penghentian fermentasi dengan memasukkan kombucha dalam lemari pendingin.
Invensi ini mengenai formulasi parfum dari rempah cengkeh dan pala, lebih khusus invensi ini berhubungan dengan penyusunan formula parfum dengan menggunakan minyak atsiri cengkeh dan pala dengan aroma wangi yang kompleks, unik, dengan karakter feminin yang elegan dan berani yang mengesankan keanggunan dan sensualitas dengan khasiat aromaterapi. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya, khususnya formulasi parfum aromaterapi yang terdiri dari minyak atsiri gaharu (8-9%), tonkin musk (24-26%), dan kesturi (Musk) (8-9%) sebagai notasi dasar (base-note), serta beta-ionone (8-9%), cengkeh (8-9%), pala (24- 26%), rose blossom honey (8-9%) sebagai notasi inti (heart-note) dan aquatone (8-9%) sebagai notasi atas (top-note); diikuti suatu proses pembuatan parfum aromaterapi yang mencakup tahapan mencampur notasi minyak atsiri secara berurutan yang terdiri dari notasi dasar (base-note); notasi inti (heart-note); dan notasi atas (top-note); sehingga diperoleh aroma wangi yang kompleks dan memikat, unik, lembut dan manis sekaligus hangat, mengesankan keanggunan, romantisme serta sensualitas dengan khasiat aromaterapi yang bertahan lama. Mengaitkan parfum dari rempah cengkeh dan pala dengan jalur rempah maritim akan memperkuat identitas produk, serta menjalin koneksi emosional antara konsumen dengan warisan budaya.
Invensi ini berhubungan dengan suatu metode pembutan nano liposom dari fosfolipid kedelai dan formulasi medium pengencer menggunakan nano liposom yang digunakan untuk kriopreservasi spermatozoa. Pada invensi ini, metode pembuatan nano liposom terdiri dari tahapan melarutkan komposisi bahan phospholipid, menghomogenkan larutan phospholipid, pembuatan nano partikel dengan probe utrasonikasi, sentrifugasi dan sterilisasi. Pengujian kualitas nano liposom yang dihasilkan berdasarkan pengukuran particle size analyzer dan kesetabilan zeta potensial. Formulasi medium pengencer menggunakan nano liposom berkisar 0,5-2.5% dapat digunakan untuk kriopreservasi spermatozoa. Kualitas spermatozoa setelah thawing dapat mempertahankan kualitas motilitas total 69,73%, motilitas progresif 62,76%, viabilitas 65,33% dan abnormalitas 8,27%. Uji lanjutan thermoresistance test (TRT) dapat mempertahankan kualitas motilitas total 67,29%, motilitas progresif 56,69%, viabilitas 49,87% dan abnormalitas 7,15%.
Invensi ini mengenai pakan aditif ternak ruminansia yang berupa asam amino, lebih khususnya formulasi pakan aditif asam amino lisin terproteksi dan proses pembuatannya. Tujuan dari invensi ini adalah untuk menyediakan pakan aditif asam amino lisin yang lebih banyak diserap oleh ternak ruminansia. Proses pembuatan asam amino lisin terproteksi pada invensi ini tidak memerlukan biaya yang mahal dan mudah untuk diterapkan. Formulasi pakan aditif asam amino lisin terproteksi pada invensi ini meliputi: lisin, tanin, CaCO3, xanthan gum, bungkil kedelai, dan air destilasi. Asam amino lisin terproteksi ini memiliki nilai kecernaan bahan kering yang hampir sama pada semua formulasi yang dibuat dalam invensi ini, namun kecernaan protein yang berbeda-beda. Invensi ini menghasilkan penuruan emisi gas metan di rumen, yang menunjukkan potensi efisiensi pakan yang cukup tinggi. Komposisi untuk mendapatkan nilai kecernaan protein yang tidak degradasi di rumen yang tinggi dari invensi ini terdapat pada formulasi 8, 10 dan 13.
Invensi ini berkaitan dengan formula dan proses pembuatan serum anti-jerawat berbahan aktif ekstrak fraksi etil asetat madu Apis dorsata asal Pulau Rote. Pembuatan ekstrak fraksi etil asetat: 1)melarutkan madu dengan air(larutan 1); 2)mencampurkan larutan 1 dan n- heksana rasio 1:1(campuran 1); 3)memisahkan fraksi n-heksana dan air I pada campuran 1; 4)mencampurkan fraksi air I dan etil asetat rasio 1:1(campuran 2); 5)memisahkan fraksi etil asetat dan air II pada campuran 2; 6)menguapkan pelarut pada fraksi etil asetat; 7)ekstrak fraksi etil asetat dihasilkan. Formula serum anti-jerawat: air 67,80-84,18; propilena glikol 10,00-20,00; ekstrak fraksi etil asetat madu Apis dorsata Rote 5,00-10,00; alginat 0,50-1,00; karbopol 0,30-1,00; trietanolamina 0,10-0,30; asam sorbat 0,01-0,10; asam benzoat 0,01-0,10. Pembuatan serum anti-jerawat: 1)mencampurkan karbopol dan alginat, melarutkannya dengan air sampai terbentuk gel, serta menambahkan trietanolamina(sediaan A); 2)melarutkan ekstrak dengan propilena glikol(sediaan B); 3)melarutkan asam sorbat dan asam benzoat dengan air(sediaan C); 4) menghomogenkan sediaan A, B, C, serta air; 5)serum anti-jerawat dihasilkan. Karakter biofisik serum pada invensi ini: 1)berbobot jenis 0,98±0,05 g/mL; 2)pH 6,0-7,0; 3)tekstur homogen; 4)daya sebar 6,5±0,3 cm; 5)zona hambat Propionibacterium acne 3-15 mm; 6)zona hambat Staphylococcus aureus 2,5-6 mm; 7)aktivitas anti-peradangan 40-50%.
Invensi ini berkaitan dengan formula dan proses pembuatan serum wajah berbahan aktif lendir liofob keong darat Hemiplecta humphreysiana dengan aktivitas antioksidan, aktivitas pencerah wajah, dan aktivitas antikerut. Formula serum wajah pada invensi ini terdiri dari air suling 71,40-87,28 bagian; propilena glikol 10,00-20,00 bagian; lendir liofob Hemiplecta humphreysiana 2,50-5,00 bagian; karbopol 0,10-1,00 bagian; xanthan gum 0,10-0,50 bagian; asam sorbat 0,01-0,05 bagian; asam benzoat 0,01-0,05 bagian; dan parfum 0,00-2,00 bagian. Proses pembuatan serum wajah pada invensi yang diajukan meliputi: 1) membuat sediaan pertama dengan mencampurkan karbopol dan xanthan gum, kemudian melarutkannya dengan air suling panas, selanjutnya menambahkan parfum; 2) membuat sediaan kedua dengan melarutkan lendir liofob Hemiplecta humphreysiana dengan propilena glikol; 3) membuat sediaan ketiga dengan melarutkan asam sorbat dan asam benzoat; 4) mencampurkan sediaan pertama, sediaan kedua, sediaan ketiga, dan air suling. Serum wajah memiliki karakteristik: 1)berbobot jenis 0,977±0,051 g/mL; 2)pH 6,0-7,0; 3)tekstur homogen; 4)daya sebar 6,58±0,28 cm; 5)menangkal radikal bebas 60-90%; 6)mencerahkan kulit 50-100%; 7)mencegah munculnya kerutan 95-100%; 8)memiliki 24 senyawa penghambat elastase; dan 9 memiliki 17 senyawa penghambat tirosinase.
Invensi ini berkaitan dengan metode produksi lendir keong darat (Kelas: Gastropoda) spesies Lissachatina fulica, Hemiplecta humphreysiana, dan Amphydromus palaceus dengan menggunakan stimulan buffer karbonat yang kemudian dikeringkan dengan instrumen pengering-beku sehingga didapatkan produk lendir keong darat liofob kering. Rangkaian metode pada invensi yang diajukan meliputi 1) Penyucian keong darat dibawah air mengalir; 2) Perendaman keong darat dengan buffer karbonat selama 20-30 menit; 3) Filtrasi lendir keong darat dengan glass wool; 4) Pengeringan-beku dengan instrumen pengering beku pada suhu -400C untuk mendapatkan serbuk lendir keong darat liofob kering. Metode produksi lendir keong darat dengan stimulasi buffer karbonat dalam invensi ini dapat memberikan kenyamanan, tidak menimbulkan gejala kesakitan, dan dapat meminimalkan tingkat stress yang diterima keong darat. Produksi serbuk lendir keong darat liofob kering dengan stimulasi buffer karbonat dari spesies Lissachatina fulica 60,94-96,68 mg/ekor; spesies Hemiplecta humphreysiana 85,97-117,5 mg/ekor; dan spesies Amphydromus palaceus 78,16-85,74 mg/ekor.