Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Rudal jelajah berpendorong turbojet ini memiliki 5 bagian secara terperinci. Pada desain industri ini yang akan dimintakan perlindungan adaah bagian sebagai berikut: badan rudal dimana berbentuk kerucut atau “ogive” dibagian depan, berbentuk silindris dibagian tengah, dan mengecil diameternya di bagian belakang; saluran aliran udara menuju mesin turbojet yang disebut sebagai “intake” dimana saluran pipa tersebut seperti leher angsa dengan lubang atas mengarah ke depan dan terpasang di atas badan bagian belakang rudal dan lubang bawah mengarah ke mesin turbojet; sayap rudal yang terdiri dari bagian sisi dalam dekat bodi wahana (inner wing) dan bagian terluar sayap (outer wing); pada bagian ekor (tail) terdapat empat sirip dengan konfigurasi “cruciform” atau X; setiap sirip terdapat bidang kendali yang dapat didefleksikan untuk mengubah sikap terbang rudal; dan terdapat lekukan di bagian bawah sepertiga akhir badan wahana sebagai tempat dudukan roket pendorong (rocket booster).
Sebuah perangkat genggam yang merupakan braket dari komponen internal elektronik sudah selesai dibuat untuk mengendalikan pemancar daya pada meja uji transfer daya nirkabel. Desain braket ini berupa boks yang diapit oleh dua pegangan tangan simetris di samping kanan dan kiri yang berbentuk semi lengkung untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna. Braket ini merupakan wadah bagi komponen elektronik pengendali meja uji yang pengoperasiannya dilakukan melalui 3 tombol, 1 saklar dua arah, 1 tuas kendali, 1 layar OLED dan 1 tombol daya. Wujud fisik perangkat ini dihasilkan menggunakan mesin 3D printing dan menggunakan material PLA. Keseluruhan aktivitas desain dan produksi diikerjakan oleh tim berisi 12 personel.
Invensi ini berkaitan dengan komposisi, karakteristik, dan proses pembuatan produk biokomposit, yang mana pada proses pembuatannya menggunakan miselia jamur Rhizopus oligosporus. Jamur Rhizopus oligosporus yang berupa inokulum ragi tempeh, ditumbuhkan pada suatu substrat yang terdiri dari serat alam yang mengandung lignoselulosa, tepung kedelai, CaCO3, kitin, dan air. Fungsi serat alam adalah sebagai sumber karbon dan lignoselulosa sedangkan fungsi tepung kedelai dan kitin adalah sebagai sumber nitrogen dan mineral bagi jamur Rhizopus oligosporus. CaCO3 berfungsi sebagai bahan pengisi sedangkan aquades berfungsi sebagai pengatur kelembapan. Substrat yang telah dicampurkan dengan inokulum jamur Rhizopus oligosporus, diinkubasi pada suhu 27-30 oC selama 6-8 hari agar diperoleh biokomposit dengan karakteristik yang baik. Selanjutnya biokomposit yang telah terbentuk, dipanaskan menggunakan oven pada suhu 50-70 oC selama 48-72 jam agar pertumbuhan miselia jamur terhenti. Produk biokomposit kemudian dilapisi dengan kitosan 2-6%. Biokomposit yang dihasilkan dari invensi ini memiliki densitas 0,210-0,330 gr/cm3; daya serap air 7,0-22,0%; kemampuan terdegradasi (biodegradability) 26-28%; dan kuat tekan 0,159-0,198 MPa. Keterbaruan pada invensi ini terletak pada penggunaan kitin dalam proses pembuatan biokomposit dan kitosan sebagai pelapis produk biokomposit, sehingga sifat fisik dan mekanik biokomposit menjadi lebih baik. Biokomposit juga dapat terdegradasi secara alami tanpa menghasilkan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.
Desain motor ketingting listrik ini mengusung poros penggerak dengan bentuk khas menyerupai batang mangrove yang ditemukan di pesisir pantai, poros bengkok meningkatkan kemampuan manuver dan kemudahan kemudi khususnya di perairan dangkal, Pada Stang kemudi motor tempel lsitrik terhubung dengan rangka dan atau papan braket serta casing penutup/pelindung yang terdapat motor bldc dan kontroller. Pada stang kemudi terdapat tuas gas dengan tombol yang dapat mempertahankan kecepatan motor tempel. Motor BLDC terhubung dengan baling-baling melalui poros bengkok menggunakan Flexible Inner Shaft di isi dengan oli untuk melumasi dan mendinginkan shaft yang bergesekan. Klem pengikat motor tempel ke perahu diposisikan pada titik seimbang motor tempel untuk mendistribusikan beban motor tempel secara merata agar handling ringan. Pada poros ujung sebelum baling-baling terdapat plat sirip hiu atas dan bawah berfungsi untuk melindungi baling-baling motor dari benturan karang dan benda keras lainnya di perairan dangkal. Pada ujung atas baling-baling terdapat pipa inlet yang berfungsi sebagai saluran air pendingin untuk motor BLDC dan kontroler. Motor ketingting listrik dengan poros penggerak bengkok ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan manuver kapal, terutama saat beroperasi di perairan dangkal, sempit, atau penuh rintangan seperti sungai dan rawa. Bentuk poros yang menyerupai batang mangrove memungkinkan fleksibilitas pergerakan yang tinggi, pada ujung atas baling-baling terdapat pipa inlet yang berfungsi sebagai saluran air pendingin untuk motor BLDC dan kontroler. Klem pengikat motor tempel ke perahu diposisikan pada titik seimbang motor tempel untuk mendistribusikan beban motor tempel secara merata agar handling ringan, menjadikan motor tempel listrik ketinting poros bengkok ini sangat cocok untuk aplikasi transportasi air di lingkungan pesisir dan pedesaan.
Motor tempel listrik ini memiliki desain khas dengan konfigurasi terintegrasi secara vertikal, yang menyusun komponen utama motor BLDC, batang poros, unit kontrol, dan batang kemudi dalam satu kesatuan linier yang ringkas dan fungsional. Motor BLDC terletak di bagian bawah dan terhubung langsung dengan baling-baling, memungkinkan efisiensi transmisi daya yang optimal serta pendinginan langsung dari air sekitar. Sistem pendingin terintegrasi dirancang dalam bentuk pipa atau selang, nozel inlet terletak di plat bawah diatas baling-baling , memanfaatkan aliran yang dihasilkan oleh baling-baling untuk mengarahkan air sebagai media pendingin kontroler. Batang poros berfungsi sebagai penghubung mekanis dan struktural antara motor dan unit kontrol, sekaligus sebagai jalur kabel dan selang air pendingin. Di bagian atas, unit kontrol dirancang ergonomis dan menyatu dengan batang kemudi, memungkinkan pengoperasian yang presisi dan responsif. Klem pengikat motor ke badan perahu terletak di bagian tengah batang poros dan memiliki kemampuan rotasi, dan juga setting naik turun memungkinkan penyesuaian posisi dan sudut motor sesuai kebutuhan. Seluruh bentuk dan konfigurasi ini menghasilkan desain yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga memiliki identitas visual yang unik dan aplikatif untuk berbagai jenis perahu. Motor tempel listrik ini dirancang untuk menggerakkan perahu dengan efisiensi energi yang tinggi serta menghasilkan emisi nol, menjadikannya solusi ramah lingkungan untuk kebutuhan transportasi air sehari-hari. Desain ini cocok digunakan pada perahu rekreasi, perahu nelayan kecil, serta moda transportasi air di wilayah perairan tenang seperti danau, sungai, laut dengan ombak kecil ke sedang maupun kawasan konservasi.
Desain motor ketingting ini mengadopsi bentuk poros penggerak khas yang menyerupai struktur batang bambu di hutan bambu, di mana bentuk poros lurus dirancang untuk meningkatkan kecepatan, stabilitas arah, dan kemudahan kendali di perairan dangkal dan dalam serta dilengkapi dengan stang kemudi yang terintegrasi dengan tuas gas dan kontrol kecepatan, sistem pendingin air melalui pipa inlet di atas baling-baling, konfigurasi motor BLDC dan kontroler di bagian depan yang terhubung ke baling-baling melalui inner shaft berisi oli pelumas dan pendingin, serta dilengkapi klem pengikat yang ditempatkan pada titik seimbang untuk distribusi beban yang optimal, dan plat sirip hiu pada ujung poros untuk melindungi baling-baling dari benturan benda keras di dasar perairan. Desain ini berguna untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan motor tempel listrik dalam operasional di perairan dangkal, sempit, atau penuh rintangan, seperti sungai dan pesisir. Poros lurus memberikan kecepatan yang lebih tinggi dibanding poros bengkok, sementara sistem kemudi dengan tuas gas dan kontrol kecepatan memudahkan pengendalian jarak jauh atau dengan satu tangan. Sistem pendingin melalui pipa inlet menjaga suhu kerja motor dan kontroler tetap stabil, sehingga memperpanjang usia pakai. Inner shaft dengan pelumas internal mengurangi gesekan dan panas, mendukung kinerja jangka panjang. Klem pengikat yang terletak pada titik seimbang motor memastikan distribusi beban merata, memudahkan pemasangan dan pengoperasian. Selain itu, plat sirip hiu pada ujung poros berfungsi sebagai pelindung baling-baling dari benturan dengan batu, karang, atau benda keras lain di perairan dangkal, sehingga meningkatkan ketahanan sistem secara keseluruhan.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu alat pemberi pakan ikan yang dilengkapi dengan roda gigi pengatur keluarnya pakan ikan yang termodifikasi. Invensi ini terdiri dari: tutup wadah pakan, wadah pakan, kaca pantau, gagang penjepit, penahan wadah, motor servo, kabel daya dan sinyal, mikrokontroler, modul RTC, kotak komponen, poros motor servo, lengan servo, roda gigi, dan tempat keluaran pakan. pada roda gigi di invensi ini dicirikan dengan adanya beberapa sikat/brush dengan bahan dan posisi yang unik sehingga memperlancar keluarnya pakan ikan pada lubang keluaran pakan.
Invensi ini mengenai mesin yang dapat merontokkan biji dari tanaman sorgum segar dengan kadar air tinggi sampai dengan 40% tanpa melalui pengeringan yaitu dengan cara mengumpankan dan membawa batang sorgum beserta malainya ke bagian penjepit atau pemegang batang sorgum untuk diumpankan ke dalam silinder perontok. Tujuan utama dari invensi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi tahapan proses perontokan pada pengolahan pakan ternak berbasis sorgum dengan mengembangkan mesin perontok biji sorgum tipe hold-on yang dapat merontokkan biji sorgum pada kadar air tinggi sampai dengan 40%. Mesin perontok biji-bijian sesuai dengan invensi ini terdiri dari komponen utama: unit penjepit batang, unit perontok, dan unit penggerak utama, yang dicirikan dengan adanya rantai penjepit (3) yang terdapat pada unit penjepit batang yang berfungsi sebagai pemegang batang sorgum saat proses perontokan berlangsung, yang dapat bergerak searah dengan arah gerakan konveyor pembawa batang sorgum. Hasil uji invensi ini pada tanaman sorgum varietas Bioguma umur tanaman 110 HST pada kadar air 13-31%, dengan daya 7,5 HP dan tingkat kebisingan 68-74 dB, menghasilkan kapasitas perontokan sebesar 200 kg/jam biji sorgum, dengan tingkat kebersihan 88%, dan efisiensi 94%.
Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan suplemen pakan berbasis slow-release urea daun sambiloto untuk mengoptimalkan pencernaan ternak dan menurunkan emisi metana. Aspek pertama dari invensi ini adalah metode pembuatan slow-release urea berbasis kitosan iradiasi. Iradiasi gamma dilakukan untuk mengurangi bobot molekul kitosan dan meningkatkan derajat deasetilasi sehingga efektif digunakan sebagai ingredien slow-release urea. Aspek kedua dari invensi ini adalah metode pengeringan daun sambiloto yang dipanen setelah umur berbunga. Senyawa polifenol pada sambiloto bermanfaat untuk menjaga kesehatan ternak sehingga sistem pencernaannya lebih optimal. Slow-release urea dan serbuk sambiloto kemudian dicampur dalam komposisi 2:1 (b:b) dalam bahan kering. Aspek ketiga dari invensi adalah komposisi nutrien dari suplemen pakan berbasis slow-release urea kitosan iradiasi dan daun sambiloto. komposisi nutrien suplemen pakan tersebut adalah sebagai berikut: bahan organik sebesar 74,53%, abu sebesar 25,47%, protein kasar sebesar 181,92%, lemak kasar sebesar 10,33%, serat kasar sebesar 5,31%, neutral detergent fiber sebesar 14,14%, acid detergent fiber sebesar 9,95%, dan lignin 0,81%.
Invensi ini berkaitan dengan sistem fertigasi hidroponik, lebih khususnya suatu tabung vakum yang digunakan dalam sistemfertigasi hidroponik bertingkat, dimana sistem ini dilengkapi toren berbahan stainless steel sebagai tabung vakum berisi larutan nutrisi utama, dan toren berbahan fiber sebagai sumber larutannutrisi cadangan. Pada saat pengisian larutan nutrisi ke dalam kedua toren tersebut, valve servo pipa utama pada pipa utama dan valve servo pipa outlet toren fiber ke toren stainless steel/tabung vakum pada pipa outlet larutan nutrisi cadangan ke tabung vakum pada posisi tertutup. Pada bagian bawah tabung vakum dilengkapi dengan kontrol level larutan nutrisi di dalam bak tanaman hidroponik. Dari pipa utama melalui slang distribusi, larutan nutrisi mengalir ke bak larutan nutrisi yang berisi tanaman hidroponik. Sistem fertigasi teknik tabung vakum tetap dapat berjalan, meskipun aliran listrik padam. Tabung vakum dapat digunakan untuk fertigasi tanaman hidroponik di dalam bak secara bertingkat. Bak larutan nutrisi tanaman hidroponik dapat dilengkapi dengan alat penguras. Pengurasan dilakukan pada saat setelah curah hujan memenuhi bak larutan nutrisi tanaman hidroponik dimana bak larutan nutrisi tanaman hidroponik diletakkan di lahan terbuka (outdoor).
Invensi ini berkaitan dengan pupuk hayati berbentuk pasta yang berbasis konsorsium bakteri endofit dan bakteri tanah yang memiliki potensi sebagai agen biostimulan yang berasal dari bagian tanaman dan tanah dari tanaman bawang merah (Allium cepa L.), kunyit, kakao, manggis dan akasia. Aspek pertam yaitu formulasi pupuk hayati pasta berbasis konsorsium bakteri potensi agen biostimulan spesifik untuk tanaman sengon. Formulasi ini terdiri dari larutan CMC dan biang induk, dimana merupakan konsorsium bakteri yang terdiri dari Bacillus pumilus strain eBWTd4.1, Pseudomonas guariconensis strain BWTd4.3, Sphingobacterium multivorum strain eBWMa5; Bacillus stratosphericus strain TBWT8, Rhizobium tropici strain DCM2.1.2, Klebsiella pneumoniae strain KPR 4.2, Bacillus sp. srain CGK DT1; Bacillus subtilis strain eBWTd2.1, Pantoea agglomerans strain MCBt 2. Sedangkan aspek kedua yaitu proses pembuatan pupuk hayati pasta berbasis bakteri unggulan diawali dengan menumbuhkan inokulan cair dalam media nutrient broth selama 2 hari kemudian melarutkan 40 gram CMC ke dalam 1 L air sambil diaduk sampai larut. Larutan CMC tersebut disterilisasi menggunakan kompor selama 60 menit pada suhu sekurang-kurangnya 100oC yang selanjutnya didinginkan sampai suhu ruang. Inokulan cair ditambahkan ke dalam campuran dengan perbandingan larutan CMC dengan inokulan cair 70:30. Campuran diaduk kemudian diperoleh pupuk hayati dalam bentuk pasta.
Suatu formula insektisida nabati berbasis minyak mimba (Azadirachta indica) dengan bahan aktif azadirachtin yang selain bersifat toksik juga mengganggu pertumbuhan, khususnya proses metamorfosa serangga, serai wangi (Cymbopogon nardus) dengan bahan aktif sitronela yang bersifat sebagai pengusir hama (insect repellent) dan cengkeh (Syzygium aromaticum) dengan bahan aktif eugenol yang bersifat toksik terhadap serangga. Minyak atsiri serai wangi dan cengkeh diperoleh dari hasil penyulingan, sedangkan minyak mimba diperoleh dari hasil pengepresan biji. Bahan-bahan tersebut dicampur lalu ditambahkan pengemulsi Tween 80 dan diaduk merata sampai terjadi larutan yang homogen berwarna coklat. Penggunaannya adalah dengan cara mengencerkan 2-5 ml formula dalam 1 liter air yang akan menghasilkan emulsi berwarna putih dan disemprotkan ke bagian tanaman untuk mengendalikan serangan hama.