BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Rekayasa Keteknikan
iHoya

iHoya

Dataset citra tanaman Hoya berisi sekumpulan citra berupa photo yang dikumpulkan dengan menggunakan kamera dengan tujuan tertentu. Kegunaan dataset citra tanaman Hoya Indonesia dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesies bungan dan daun dari tanaman Hoya Indonesia.

Energi
Metode Pembuatan Silika Presipitat Dengan Kemurnian Tinggi Melalui Tahapan Pengurangan Kadar Pengotor Besi (Fe), Boron (B), Dan Phospor (P)

Metode Pembuatan Silika Presipitat Dengan Kemurnian Tinggi Melalui Tahapan Pengurangan Kadar Pengotor Besi (Fe), Boron (B), Dan Phospor (P)

Invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan silika presipitat dengan kemurnian tinggi dari bahan baku pasir kuarsa yang diproses melalui pemanggangan alkali. Lebih khusus lagi invensi ini berkaitan dengan metode pembuatan silika presipitat dengan kemurnian tinggi melalui tahapan pengurangan kadar pengotor besi (Fe), boron (B), dan phospor (P) melalui tahapan-tahapan yang terdiri atas : menyiapkan larutan sodium silikat dari bahan baku pasir kuarsa melalui proses pemanggangan alkali pada temperatur 1200 °C selama 2 jam dengan penambahan natrium karbonat 0,45 bagian dan pelarutan air mendidih, mengurangi kadar pengotor besi (Fe) pada larutan natrium silikat menggunakan membran kitosan-EDTA dengan perbandingan konsentrasi kitosan-EDTA 1:1 – 1:5, mengurangi kadar pengotor boron (B) dalam larutan natrium silikat tereduksi Fe dengan curcumin dengan konsentrasi curcumin 1,2.10-7 – 3,2.10-7 M, mengurangi kadar pengotor phosphor (P) dalam larutan natrium silikat tereduksi Fe dan B dengan koagulan Al2(SO4)3 dengan konsentrasi koagulan Al2(SO4)3 50 – 150 ppm.

Pangan
iHoya

iHoya

iHoya merupakan aplikasi berbasis web untuk mengidentifikasi beberapa spesies tanaman hoya yang berasal dari Indonesia. Identifikasi dilakukan menggunakan data citra daun atau bunga tanaman Hoya. Model identifikasi menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) pada arsitektur DenseNet121. Model DenseNet121 dipilih dengan nilai evaluasi F1Score 0,68 untuk citra bunga dan 0,78 untuk citra daun.

Rekayasa Keteknikan
Metoda Pembuatan Titanium Dioksida dari Bahan yang Mengandung Titanium Menggunakan Gelombang Ultrasonik

Metoda Pembuatan Titanium Dioksida dari Bahan yang Mengandung Titanium Menggunakan Gelombang Ultrasonik

Invensi ini berkaitan dengan suatu metoda pembuatan titanium dioksida dari bahan yang mengandung titanium menggunakan proses dekomposisi basa, pelindian asam encer, dan sonokimia. Metoda pemurnian bahan mengandung titanium (ilmenit, pasir besi titania, dan titanium slag) dari unsur pengotor menggunakan proses pemanggangan yang terdiri dari: menyiapkan bahan yang mengandung titanium yang memiliki ukuran maksimum 60 mesh, menyiapkan natrium hidroksida, mencampur bahan yang mengandung titanium dan natrium hidroksida dengan memiliki perbandingan massa bahan yang mengandung titanium : natrium hidroksida minimum 1:1 sampai 1:1.5, memanggang campuran bahan yang mengandung titanium dan natrium hidroksida pada suhu minimum 700°C maksimum 900°C selama minimum 2 jam, melindi produk hasil pemanggangan dalam air dengan perbandingan massa hasil pemanggangan : air sebesar minimum 1:4, memisahkan antara filtrar dan residu yang terbentuk (yang selanjutnya disebut konsentrat kaya titanium), melindi konsentrat kaya titanium dengan asam sulfat konsentrasi minimum 3M dengan perbandingan massa residu:volume asam sulfat sebesar minimum 1:5 pada suhu maksimal 90°C selama minimum 90 menit, memisahkan residu dan filtrat (yang selanjutnya disebut larutan prekursor titanyl sulfat), menghidrolisis larutan larutan prekursor titanyl sulfat dengan air dengan bantuan gelombang ultrasonik, memisahkan residu (TiO(OH)2) dan filtrat, mengeringkan TiO(OH)2 untuk menghasilkan TiO2 dimana pengeringan dilakukan pada suhu 110°C selama 1 jam, mengkalsinasi TiO2 pada kisaran suhu 400-500°C untuk membentuk anatase TiO2 atau pada suhu 700-900°C untuk membentuk rutile TiO2, dan/atau produk anatase TiO2 atau rutile TiO2 yang dihasilkan memiliki kemurnian minimum 98%.

Rekayasa Keteknikan
Sistem Otomatis Untuk Mengkalibrasi Pengukur Curah Hujan Tipe Cawan Berjungkit (Tipping Bucket)

Sistem Otomatis Untuk Mengkalibrasi Pengukur Curah Hujan Tipe Cawan Berjungkit (Tipping Bucket)

Invensi ini berkaitan dengan suatu sistem otomatis berbasis jaringan untuk mengkalibrasi pengukur curah hujan tipe cawan berjungkit dan memiliki desain yang kompak sehingga memiliki tingkat portabilitas yang tinggi. Sistem ini terdiri dari tiga subsistem, yaitu suatu unit kalibrator (1), suatu unit pengolah dan penyaji data kalibrasi (2), dan suatu unit pencetak sertifikat kalibrasi (3). Unit kalibrator (1) terdiri dari tabung silinder (11) yang dilengkapi dengan pipa celup (111), sensor air (12), sensor suhu (13), sensor kelembapan (14), pompa (15), flowmeter (16), data logger, dan catu daya. Tabung silinder (11) diisikan air menggunakan pipa celup (111) atau pompa (15) pada saat pra-kalibrasi. Kemudian pada saat kalibrasi, air mengalir dari tabung silinder (11) ke IUT (A) melalui kanal (110), flowmeter (16) dan data logger sebelum akhirnya menuju IUT (A). Metode kerja sistem ini meliputi tahapan: melepaskan kabel data pada IUT agar tidak mempengaruhi proses pengukuran curah hujan sebelumnya; membersihkan permukaan IUT; meletakkan unit kalibrator di atas IUT; menggelontorkan air dari unit kalibrator ke IUT; menghubungkan IUT dengan unit kalibrator; memasukkan parameter data IUT ke unit pengolah dan penyaji data kalibrasi; mengalirkan air ke dalam tabung silinder; melakukan proses kalibrasi untuk intensitas curah hujan rendah, sedang, atau tinggi; meneteskan air melalui pipet ke cawan berjungkit pada IUT; mengulangi proses kalibrasi hingga beberapa kali, lebih disukai empat kali; memeriksa hasil kalibrasi di unit pengolah dan penyaji data kalibrasi; mengirim data hasil kalibrasi ke unit pencetak kalibrasi; mencetak hasil kalibrasi; dan melepaskan unit kalibrator dari IUT.

Pangan
Komposisi Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Produktivitas Padi Di Lahan Sawah Terpapar Kering Dan Proses Pembuatannya

Komposisi Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Produktivitas Padi Di Lahan Sawah Terpapar Kering Dan Proses Pembuatannya

Invensi ini berkaitan dengan metode produksi dan aplikasi pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi yang ditanam pada lahan terpapar kering. Pupuk hayati yang dikembangkan pada invensi ini memiliki bahan aktif berupa jamur Aspergillus niger yang dikombinasikan dengan bahan pembawa berupa zeolit dan hidrogel. Perbanyakan inokulan jamur Aspergillus niger dilakukan menggunakan bahan baku media yang murah yaitu, 0,1% molase selama 14 hari. Proses pembuatan pupuk hayati ini dilakukan dengan cara mencampur 150 ml inokulan cair jamur Aspergillus niger dengan 1 kg zeolit steril. Setelah dikering anginkan, kemudian dicampur dengan tepung hidrogel dengan perbandingan 1:0,02. Penggunaan formula pupuk hayati pada invensi ini mampu meningkatkan produktivitas padi varietas mekongga sekitar 80% sampai 95% pada lahan terpapar kering.

Kesehatan
Onotens

Onotens

Invensi ini berkaitan dengan formulasi dan pembuatan kapsul enkapsulan ekstrak buah mengkudu dengan isian serbuk halus berwarna coklat muda yang berbau khas buah mengkudu berasa sedikit asam dengan kadar skolopetin 0,14±0,03% yang dapat digunakan sebagai antihipertensi. Kekhususan dari invensi ini adalah proses ekstraksi dilakukan dengan metoda maserasi-perkolasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak kental yang diperoleh dikeringkan melalui proses spray dryer dengan penambahan maltodekstrin sebagai bahan penyalut sehingga terbentuk serbuk enkapsulan ekstrak. Formula kapsul buah mengkudu terdiri dari ekstrak buah mengkudu, talk, magnesium stearat, carbosil, mikro kristalin selulosa, sodium starch gluconate.

Kesehatan
Komposisi Toner Skincare Berbasis Fermentasi Beras Merah Organik Menggunakan Jamur Kapang Hypsizygus ulmarius dan Proses Pembuatannya

Komposisi Toner Skincare Berbasis Fermentasi Beras Merah Organik Menggunakan Jamur Kapang Hypsizygus ulmarius dan Proses Pembuatannya

Melanin merupakan zat pigmen gelap/hitam pada kulit, rambut, dan mata, serta berfungsi sebagai perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet. Namun, produksi sintesis melanin berlebih (hiperpigmentasi) dapat menggelapkan kulit berupa noda gelap (dark spot). Cara alternatif untuk mencerahkan kulit adalah dengan menghilangkan pigmen melanin yang telah terbentuk. Melanin dapat didegradasi oleh enzim lakase ekstraseluler yang diproduksi kapang jamur pelapuk putih (white-rot fungi). Dalam studi ini, dilakukan optimasi produksi enzim lakase menggunakan media food-grade organik menggunakan kapang jamur Hypsizygus ulmarius. Diperoleh hasil optimum produksi lakase adalah Ketika menggunakan media beras merah organik konsentrasi 5% dan waktu inkubasi 15 hari. Proses pemekatan dan pemurnian dilakukan dengan tahapan sentrifugasi, ultrafiltrasi dengan Amicon-ultra with molecular cut-off 50KDa, dilanjut dengan filtrasi menggunakan filter hydrophilic ±0.2 μM, diperoleh enzim lakase murni dengan bobot molekul ±60 KDa. Pengujian analisis in vitro degradasi melanin menunjukkan efektivitas enzim ini dalam mendegradasi melanin, dengan menggunakan zat mediator asam galat 0.05 mM. Formulasi toner skincare berbasis enzim lakase Hypsizygus ulmarius sudah berhasil diformulasikan.

Kesehatan
Imunolyso-Pro (Formula Antimikroba Berbasis Herbal Dan Lisozim Termodifikasi Sebagai Pengendali Resistensi Antimikroba Dan Proses Pembuatannya)

Imunolyso-Pro (Formula Antimikroba Berbasis Herbal Dan Lisozim Termodifikasi Sebagai Pengendali Resistensi Antimikroba Dan Proses Pembuatannya)

Suatu formula antimikroba berbasis herbal dan lisozim termodifikasi yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri resisten antimikroba. Komposisi herbal adalah bawang putih 50%,jahe merah 25%,kunyit 12,5%, lempuyang 12,5%. Lisozim termodifikasi yang digunakan adalah konsentrasi 0,001%. Formula herbal dan lisozim termodifikasi dibuat dengan perbandingan 1:1 (v/v). Proses pembuatan herbal dilakukan dengan pencucian sampai bersih semua bahan tanpa dikupas kulitnya, kecuali bawang putih. Masing-masing bahan herbal dirajang dan dikeringkan. Simplisia herbal yang diperoleh digiling secara terpisah dan diayak sehingga dihasilkan serbuk berukuran 50-60 mesh. Pembuatan lisozim termodifikasi dilakukan dengan melarutkan lisozim dalam PBS konsentrasi 0,001% dan dihidrolisis pada suhu 90oC selama 20 menit menggunakan waterbath sambil digoyang secara berkala setiap 5 menit. Hasil hidrolisis tersebut disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 15-20 menit. Supernatan dikoleksi sebagai lisozim termodifikasi. Hasil uji menunjukkan bahwa herbal, lisozim termodifikasi serta formula herbal dan lisozim termodifikasi efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, Salmonella sp. dan S. aureus yang resisten terhadap penicillin, streptomycine, collistine sulfat, cefotaxime, dan enrofloxacine.

Rekayasa Keteknikan
Formula Media Produksi Enzim Lakase Menggunakan Jamur Pelapuk Putih Trametes Hirsuta Edn 082 Dengan Sistem Fermentasi Terendam Dan Proses Produksinya

Formula Media Produksi Enzim Lakase Menggunakan Jamur Pelapuk Putih Trametes Hirsuta Edn 082 Dengan Sistem Fermentasi Terendam Dan Proses Produksinya

Invensi ini berkaitan dengan suatu suatu formula media produksi dan proses produksi enzim lakase dari jamur pelapuk putih Trametes hirsuta EDN 082 menggunakan sistem fermentasi terendam. Telah diungkapkan dalam invensi ini suatu formulasi media produksi enzim lakase, yang terdiri dari dari isolat jamur Trametes hirsuta EDN 082 dalam jumlah 5- 10% (v/v); tandan kosong kelapa sawit dalam konsentrasi 0,1-1% (b/v); glukosa dalam konsentrasi 2,5-6,5% (b/v); yeast ekstrak dalam konsentrasi 0,5-4,5% (b/v); CuSO4 dalam konsentrasi 0,025-0,125% (b/v) dan konstituen lainnya (b/v) 0,2% KH2PO4, 0,05% MgSO4·7H2O, 0,01% CaCl2·2H2O, 0,05% KCl, dan 0,05% tiamin. Juga telah diungkapkan proses produksi enzim lakase melalui sistem fermentasi terendam dilakukan dalam beberapa tahapan proses meliputi perbanyakan kultur jamur; penginokulasian kultur jamur ke dalam substrat; inkubasi substrat; dan pemisahan produk yang dihasilkan. Enzim lakase yang dihasilkan melalui proses tersebut memiliki aktivitas enzim sebesar 8412,7 U/L.

Kesehatan
Vaksin Yang Mengandung Isolat Edwardsiella ictaluri Serta Metode Pembuatannya

Vaksin Yang Mengandung Isolat Edwardsiella ictaluri Serta Metode Pembuatannya

Invensi ini berkaitan dengan vaksin yang mengandung isolat Edwardsiella ictaluri serta metode pembuatannya, khususnya vaksin yang mengandung tiga isolat Edwardsiella ictaluri dari daerah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, dan polisakarida astragalus, serta metode pembuatannya sedemikian hingga dihasilkan vaksin yang dapat meningkatkan respon kekebalan spesifik dari ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) terhadap multiinfeksi patogen Edwardsiella ictaluri. Vaksin menurut invensi ini mengandung isolat bakteri Edwardsiella ictaluri PJbH, Edwardsiella ictaluri P, dan isolat bakteri Edwardsiella ictaluri PBm1G yang terinaktivasi formaldehida, Phosphat Buffer Saline (PBS) steril; dan larutan polisakarida astragalus 0,5% dalam NaCL steril. Vaksin tersebut dibuat melalui tahapan melakukan stabilisasi isolat bakteri, mengkultur isolat bakteri, melakukan pemanenan sel bakteri, melarutkan sel hasil panen dalam Phosphate Buffered Saline, melakukan inaktivasi sel utuh bakteri, menyimpan larutan bakteri pada suhu 2-4oC, melakukan sentrifusi larutan sel bakteri inaktif, membuat larutan polisakarida astragalus, melarutkan pelet sel bakteri inaktif dalam larutan polisakarida astragalus, mencampurkan masing - masing larutan stok vaksin bakteri dan menyimpan larutan vaksin suhu 2-4ºC hingga digunakan. vaksin menurut invensi ini mampu meningkatkan respon kekebalan spesifik dari ikan patin terhadap multiinfeksi patogen Edwardsiella ictaluri dengan nilai RPS hingga sebesar 91,67%

Kesehatan
Vaksin Bivalen Kering Beku Berpenyalut Alginat Serta Metode Pembuatannya

Vaksin Bivalen Kering Beku Berpenyalut Alginat Serta Metode Pembuatannya

Invensi ini berkaitan dengan vaksin bivalen kering beku berpenyalut alginat serta metode pembuatannya. Vaksin bivalen kering beku menurut invensi ini mengandung bakteri Streptococcus agalactiae strain N14G, bakteri Aeromonas hydrophila strain AHL0905-2, penyalut berupa alginat, dan penstabil berupa DL- Dithiothreitol. Vaksin tersebut dibuat dengan metode pembuatan vaksin bivalen kering beku melalui tahapan membiakkan sel bakteri, melakukan pemanenan masing - masing sel bakteri, mengumpulkan masing - masing sel bakteri, melakukan inaktivasi masing - masing sel bakteri, mencampur larutan sel bakteri, melakukan sentrifugasi larutan bakteri, melarutkan pelet sel utuh bakteri dalam garam steril yang mengandung DL-Dithiothreitol, menambahkan alginat, melakukan pengeringan beku, dan menyimpan vaksin bivalen kering beku. Vaksin bivalen kering beku menurut invesi ini dapat meningkatkan level perlindungan terhadap infeksi tunggal maupun ko-infeksi bakteri A. hydrophila dan S. agalactiae dengan nilai RPS hingga mencapai 80%.