BRIN Logo
Sign In

Katalog Riset & Inovasi

Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN

Filter Pencarian
Pangan
Wadah Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau

Wadah Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau

Invensi ini berkaitan dengan suatu model alat budidaya berupa wadah budidaya pembesaran kepiting. Lebih khusus wadah pembesaran kepiting bakau dari ukuran 50 gram menjadi ukuran sekurangnya 150 gram. Wadah budidaya kepiting bakau ini berupa pipa pvc diameter 15 cm dengan ukuran tinggi 30 cm, dengan lobang-lobang di sepertiga bagian bawah tinggi pipa mengelilingi dinding wadah setinggi 10 cm dan di dasar wadah dengan menggunakan ukuran mata bor diameter 7 mm dengan jarak antar lobang 5 cm. Model pemasangan invensi ini dipasang di dasar kolam atau tambak pembesaran yang berjajar dengan jarak 5 cm antar wadah yang satu dengan lainnya. Posisi wadah pipa berdiri dengan 50% bagiannya terendam dalam air. Invensi ini menyediakan alat berupa wadah pemeliharaan pembesaran kepiting bakau yang praktis, mudah didapat dan dibuat dengan biaya murah serta dapat digunakan di hampir semua tempat. Alat ini juga tahan air laut tidak mudah pecah atau robek sehingga kepiting tidak mudah lepas, mudah dibersihkan, mudah dipindahkan, dan bisa ditempatkan di kedalaman yang rendah atau dangkal.

Energi
Green Reduksi Grafena Oksida dengan Ekstrak Jambu Biji

Green Reduksi Grafena Oksida dengan Ekstrak Jambu Biji

Invensi ini mengungkap suatu metode pembuatan grafena oksida tereduksi (rGO) menggunakan green reductor ekstrak jambu biji (Psidium guajava) beserta karakteristik produk yang dihasilkannya. Metode sebagaimana invensi ini terdiri dari dua tipe yaitu menggunakan ekstrak encer dan pekat. Tahapan proses untuk metode ekstrak encer terdiri dari: menghancurkan buah jambu biji dan diambil jusnya, mengencerkan ekstrak jambu biji dengan menggunakan akuades, mensonikasi, mensentrifugasi dan mengambil supernatan ekstrak jambu biji, menambahkan GO dalam ekstrak, mensonikasi, menambahkan NaOH hingga didapatkan pH 12, melakukan pengadukan selama 1 – 2 jam, mengukur UV Vis larutan setiap waktu tertentu, mensentrifugasi larutan, mencuci endapan, mengeringkan endapan, menghaluskan sehingga pada akhirnya mendapatkan rGO berbentuk serbuk kehitaman. Dalam metode dengan ekstrak pekat dilakukan tahapan proses yang sama dengan metode ekstrak jambu biji encer hanya saja tidak ada penambahan akuades ke dalam ekstrak jambu biji. Hasil akhir dari metode ini adalah rGO yang mengandung unsur karbon dan oksigen dengan komposisi persentasi atomik C = 76, 9 dan O = 23,1 untuk rGO ekstrak jambu encer dan persentase atomik C = 85,4 dan O = 14,6 untuk rGO ekstrak jambu pekat; memiliki serapan UV-Vis pada panjang gelombang 264-268 nm; memiliki karakter difraktogram rGO yang ditunjukkan dengan puncak 2θ pada 22,8 °.

Rekayasa Keteknikan
Konstruksi Outlet Sentral Drain Kolam Geomembran HDPE dengan Flange dan Konektor

Konstruksi Outlet Sentral Drain Kolam Geomembran HDPE dengan Flange dan Konektor

Invensi ini mengenai konstruksi outlet sentral drain kolam geomembran HDPE dengan flange, baut-angkur, seal, konektor pipa nafas dan konektor saringan. Invensi ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan invensi sebelumnya. Invensi ini dilakukan dengan menempatkan konektor pipa nafas dan kelengkapannya di permukaan dasar kolam dan membuat pondasi di sekitar knee outlet untuk menempatkan baut-angkur. Geomembran HDPE digelar di dasar kolam kemudian dijepit dengan flange, seal yang diperkuat dengan mur-baut. Flange disini terbuat dari plat PVC 0,8 cm dengan lebar flange 8 cm yang dilengkapi lubang baut 1 cm dengan ukuran menyesuaikan diameter knee outlet. Seal terbuat dari karet busa tebal 0,5 cm dengan bentuk dan ukuran sama dengan flange dengan diameter lubang baut 0,8 cm. Kepala baut diameter 0,8 cm panjang 13 cm dilas pada angkur kawat 0,8 cm berbentuk lingkaran. Konektor pipa nafas terdiri pipa PVC, knee dan tee berbentuk persegi empat, dipasang di luar knee outlet. Konektor saringan outlet dibuat dengan mengelas socket pipa saringan pada lubang pipa standing saringan persis di atas knee outlet. Ukuran flange, seal, angkur, jumlah baut, konektor pipa nafas dan konektor saringan menyesuaikan ukuran knee outlet kolam.

Pangan
Pakan Buatan untuk Pematangan Gonad Induk Betina Ikan Kobia

Pakan Buatan untuk Pematangan Gonad Induk Betina Ikan Kobia

Invensi berkaitan dengan formulasi pakan buatan untuk pematangan gonad calon induk betina ikan Kobia dari oocyte tahap vitellogenesis sampai matang. Formulasi: peruvian steam dried fishmeal(PSDF) 36,15%; scallop liver powder (SCLP) 14,16%; squid liver powder (SLP) 22,80%; crude salmon fish oil (CSFO) 9%; Tapioka 15,28%; vitamin premix 0,20; vitamin C 0,02%; mineral mix 0,4%; phosporus 1%; CMC 1%; dijumlah menjadi 100%. Pembuatan pakan per 2 kg, diawali dengan pemilihan dan penimbangan bahan. Semua bahan, kecuali CSFO, dimasukkan dalam wadah dan diaduk merata (10 menit). Campuran ditambah air 1200 ml, diaduk merata (10 menit). Adonan dicetak dengan cetakan sosis berdiameter 2 cm, kemudian dipotong manual dengan pisau sepanjang 1,5 cm. Potongan pakan dikeringkan dalam oven (suhu 50oC, waktu 24 jam). Pakan dikeringanginkan. Pakan disemprot CSFO. Pakan ditimbang dan disimpan dalam kantong kemasan, diletakkan dalam ruangan bersih bersuhu 17 oC dan beralas. Pakan buatan mengandung protein (43 %), lemak (16 %), energi (417 kkal/100 g), kandungan n-3 HUFA 2,82 % dan ARA 0,149 % berat kering. Nilai GSI, diameter oocyte, TKG, POV dan POM adalah tidak berbeda nyata antara pakan buatan dan kontrol.

Pangan
Metode Perbanyakan In Vitro Bawang Putih Doulu dari Umbi

Metode Perbanyakan In Vitro Bawang Putih Doulu dari Umbi

Invensi ini berhubungan dengan suatu metode perbanyakan tanaman bawang putih Doulu Allium sativum secara in vitro yang berasal dari umbi. Hasil yang diperoleh dari proses ini berupa bibit tanaman yang seragam, dan dapat diproduksi sepanjang musim serta berkesinambungan. Tahapan metode dari invensi ini meliputi sterilisasi umbi untuk menghasilkan kultur tunas bawang putih Doulu, dilanjutkan dengan perlakuan inisiasi dan perbanyakan tunas dengan berbagai macam sitokinin serta berbagai konsentrasi. Setelah itu hasil dari pengamatan perbanyakan minggu ke delapan dianalisis klorofil dan karetenoidnya. Hasil yang diperoleh melalui proses ini didapatkan tanaman bawang putih Doulu yang seragam, dan tersedia sepanjang waktu.

Pangan
Edible Film Pati–Karagenan dengan Pengawet dan Pengental

Edible Film Pati–Karagenan dengan Pengawet dan Pengental

Invensi ini berupa suatu formulasi dan proses pembuatan edible film dari pati, karagenan, pengawet, pengental, dan plasticizer. Metode pembuatan edible film pada invensi ini dilakukan dengan proses pencampuran pati sebanyak 50-60%, plasticizer sebanyak 10-30%, karagenan sebanyak 5-10%, pengawet sebanyak 0,05-0,1% dan pengental sebanyak 5-10% menggunakan metode melt mixing dengan rheomix. Berdasarkan invensi ini, diperoleh edible film dengan karakteristik kuat tarik 1,47 N/mm2, modulus elastisitas 0.01 GPa, elongasi 46,73%, kadar air berkisar 9,33-11,71%, daya serap air 47,3%, kelarutan dalam air panas selama 3 menit 57 detik, uji permeabilitas uap air 228,58 g/m2.hari, dan uji sudut kontak 86,68ᵒ.

Pangan
Bioplastik Berbasis Agar, Pati Singkong, dan Gliserol–PBS

Bioplastik Berbasis Agar, Pati Singkong, dan Gliserol–PBS

Invensi ini berupa suatu metode pembuatan bioplastik dengan 2 formulasi yaitu tepung agar, gliserol, polibutilena suksinat (PBS)(TP) dan pati, gliserol, PBS (PP). Metode pembuatan campuran bioplastik pada invensi ini dilakukan dengan pencampuran tapung agar atau pati dengan gliserol (65:35). Campuran tapung agar atau pati ditambahkan PBS.Selanjutnya melakukan pencampuran pada rheomix pada suhu 135-140°C selama 10 menit. Sebanyak 5 gram hasil rheomix dicetak menggunakan teknik kompresi pada suhu 135-145°C selama 10 menit dengan tekanan 10 bar dan terbentuk lembaran film. Selain itu, hasil rheomix dicetak dog bone menggunakan injection molding. Berdasarkan invensi ini, diperoleh karakteristik bioplastik yaitu FTIR yang menunjukkan adanya puncak baru, pergeseran bilangan gelombang, dan perubahan intensitas pada TP dan PP menunjukkan bahwa bioplastik tercampur rata, suhu leleh berkisar 79,60-109,2oC (TP) dan 83,1-93,6oC (PP), kuat tarik berkisar 17,61-22,04 Mpa (TP) dan 2,84-12,56 Mpa (PP), kelarutan dalam air berkisar 23,24-75,77% (TP) dan 8,91-48,89% (PP), laju transmisi uap air melalui TP dan PP berkisar 254,21-600,71 g/m2d dan 552,58-848,12 g/m2d. Degradasi pada tanah berkisar 12,66-16,20% (TP) dan 9,22-12,52% (PP), selain itu untuk degradasi air laut berkisar 18,96-70,01% (TP) dan 30,43-83,54% (PP).

Rekayasa Keteknikan
Detektor Hara Tanah Portabel untuk Monitoring NPK dan Kualitas Tanah

Detektor Hara Tanah Portabel untuk Monitoring NPK dan Kualitas Tanah

Invensi ini mengenai detektor hara tanah portabel, lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan detektor untuk mengetahui kadar hara N, P, K, pH, EC, kelembaban dan temperatur tanah secara realtime di lapangan; menetapkan status hara tanah N, P, dan K; serta menetapkan kebutuhan pupuk N, P, dan K untuk tanaman padi, jagung, kedelai, kacang hijau, dan ubi jalar di lahan sawah. Invensi ini portabel sehingga bisa dijinjing ke lahan sawah yang dituju.

Pangan
Edible Film Berbasis Pati Modifikasi dengan Karagenan

Edible Film Berbasis Pati Modifikasi dengan Karagenan

Invensi ini berupa suatu formulasi dan proses pembuatan edible film dari pati modifikasi dan plasticizer dengan penambahan karagenan. Metode pembuatan edible film pada invensi ini dilakukan dengan proses pencampuran 50-70% pati, 0-15% karagenan, dan plasticizer sebanyak 10-30% menggunakan proses melt-mixing pada Rheomix. Berdasarkan invensi ini, diperoleh edible film dengan karakteristik kuat tarik berkisar 1.44-2 N/mm2, elongasi 150.62-80.10%, modulus elastisitas 0.0027-0.0175 GPa, kadar air berkisar 9,33-11,71%, daya serap air selama 2 jam berkisar 95,84%-109.5%, uji pemeabilitas uap air 118.32 – 338.57 g/m2.hari, uji degradabilitas dalam tanah selama 21 hari 12,14% - 15,29%.

Pangan
Keramba Pembesaran Benih Lobster Sistem Tenggelam

Keramba Pembesaran Benih Lobster Sistem Tenggelam

Telah dihasilkan invensi suatu alat berupa keramba pembesaran benih lobster atau sarana wadah budidaya lobster sistem tenggelam dan metode pemeliharaannya di laut. Invensi ini lebih praktis dan ekonomis karena selain berbiaya murah juga memiliki bobot yang lebih ringan karena tanpa tiang penyangga sehingga bisa dilipat dan disimpan apabila tidak digunakan. Di samping itu, pengerjaannya cukup membutuhkan satu orang tenaga kerja saja. Invensi berbentuk silinder dengan ketinggian satu meter dengan diameter 80 cm, yang dilengkapi dengan shelter pada bagian dasar kandang. Dari hasil penelitian pemeliharaan lobster ( Panulirus homarus ) untuk mengetahui performa pertumbuhan dan sintasan dengan perlakuan kepadatan yang berbeda pada kedalaman 7 meter pada keramba terendam, invensi ini dapat dan layak untuk digunakan.

Pangan
Bio-Seed Coating Nanopartikel Kitosan dan Trichoderma asperellum untuk Benih Cabai Merah

Bio-Seed Coating Nanopartikel Kitosan dan Trichoderma asperellum untuk Benih Cabai Merah

Invensi ini berkaitan dengan pencampuran jamur Trichoderma asperellum dengan bahan berukuran nanopartikel berupa kitosan dan cross-linker sodium tripolyphosphate, serta metode pelapisan campuran tersebut terhadap benih cabai merah. Selain itu dijelaskan juga tentang pengaruh campuran jamur dan kitosan nya terhadap perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai merah. Proses pembuatan formulasi bio-seed coating disiapkan dengan mencampur spora jamur T. asperellum dengan larutan kitosan dan STPP, selanjutnya campuran ini dicampur dengan proses pengadukan oleh magnetic stirrer, kemudian diinkubasi untuk terjadinya proses pembentukan nanopartikel. Campuran ini dipisahkan antara bagian padat dan cairan dengan sentrifugasi, kemudian bagian padat ini disimpan sebagai bahan formulasi bioseed-coating. Formulasi ini telah lolos uji kompatibilitas dengan nilai inhibisi negatif sehingga digunakan lebih lanjut sebagai bahan pelapis benih cabai. Proses pelapisan benih cabai diawali dengan perendaman, sterilisasi permukaan dan pelapisan benih dengan campuran formulasi bioseed-coating sesuai invensi ini. Evaluasi asesmen terhadap perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai mengindikasikan bahwa konsentrasi formulasi bioseed-coating 25 mg/ml dengan nilai daya kecambah dan potensi tumbuh maksimum sebesar 87%, indeks vigor dan keserempakan tumbuh 70%, serta panjang akar 2,9 cm setelah 14 hari setelah tanam.

Pangan
Pupuk Lepas Lambat Nano ZnO-NPs Berbasis Zeolit dan Alginat

Pupuk Lepas Lambat Nano ZnO-NPs Berbasis Zeolit dan Alginat

Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan pupuk lepas lambat terkontrol nano partikel seng oksida (ZnO-NPs) yang dienkapsulasi pada matriks zeolit alam dan polimer alami alginat yang terdiri dari beberapa tahapan proses yakni pembuatan nano partikel seng oksida dengan prekursor seng sulfat dan KOH, pembuatan padatan zeolit-Zn dengan metode pertukaran kation, dan pembuatan komposit alginat/zeolit/ZnO-NPs. Dengan metode yang diusulkan pada invensi ini telah dihasilkan suatu nano partikel ZnO dengan rata-rata ukuran kristal sebesar 8,2 nanometer. Metode yang diusulkan pada invensi ini juga berhasil melekatkan nanopartikel ZnO pada matriks zeolit alam. Melalui metode ini juga berhasil dibuat komposit alginat/zeolit/ZnO-NPs dengan rasio alginat:zeolit tertentu. Invensi metode pembuatan dan produk pupuk nano ini merupakan pupuk lepas lambat terkontrol yang dapat mengatur kebutuhan hara tanaman terutama unsur Zn, sehingga dapat menghindari Zn berlebih di tanah sekitar akar tanaman. Adanya Zn berlebih dalam tanah dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tanah. Partikel ZnO-NPs ini dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kekurangan kandungan seng pada tanaman sehingga meningkatkan produktivitas serta kualitas nutrisi hasil panen.