Eksplorasi produk unggulan hasil penelitian dan inovasi BRIN
Invensi ini berkaitan proses pembuatan tepung suweg termodifikasi(Amorphophallus campanulatus var. hortensis) yang telah ditingkatkan sifat fungsionalnya sedemikian hingga produk turunannya memiliki kandungan pati resisten yang tinggi dan aman di konsumsi oleh penderita penyakit diabetes tipe II. Tepung suweg termodifikasi diperoleh menggunakan metode Heat Moisture Treatment (HMT).Proses pembuatan tepung suweg termodifikasi sesuai invensi ini, terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: penimbangan; pengaturan kadar air; penyimpanan pada suhu dingin; penyimpanan pada suhu panas; pengeringan; penggilingan; dan pengayakan. Suatu tepung suweg termodifikasi sesuai invensi ini dapat digunakan sebagai bahan baku untuk biskuit dengan bahan-bahan tepung suweg termodifikasi, tepung pisang klutuk, maltodekstrin, vanili, bahan pengembang, susu skim, margarin, kuning telur dan gula zero kalori. Proses pembuatan tepung suweg termodifikasi dan biskuit pada invensi ini dicirikan dengan sifat fungsionalitas tepung suweg dengan menurunnya jumlah viskositas breakdowndan stabilitas terhadap proses pengadukan dengan penurunan nilai perubahan viskositas pada suhu 50 oC atau nilai viskositas setback.
Invensi ini berupa suatu produk edible coating berbasis ekstrak daun sirih cina terenkapsulasi matrik kitosan dan natrium tripolyphosphate (NaTPP) yang mampu memberikan efisiensi enkapsulasi sebesar >80% serta aplikasi produk edible coating untuk pengawetan apel Malang. Tahapan proses enkapsulasi tersebut yaitu melarutkan kitosan dalam 0,35% asam asetat, melarutkan NaTPP, melarutkan ekstrak daun sirih cina ke dalam larutan NaTPP; menambahkan larutan ekstrak dan NaTPP ke dalam larutan kitosan, melakukan pengadukan hingga homogen, sentrifugasi campuran hingga dihasilkan endapan, dan mengeringkan pelet menggunakan freeze dryer. Invensi ini mampu menghasilkan produk ekstrak daun sirih cina terenkapsulasi dengan efisiensi enkapsulasi polifenol dan flavonoid yang cukup tinggi yaitu masing-masing sebesar 86,25% dan 83,30%. Aplikasi edible coating untuk pengawetan apel Malang dengan pencelupan selama 1 menit dapat meningkatkan kualitas umur simpan apel Malang dengan mengurangi perubahan fisik-kimia.
Invensi ini berkaitan dengan metode ekstraksi RNA total dari jaringan tanaman tanpa menggunakan nitrogen cair. Khususnya, invensi ini berhubungan dengan metode ekstraksi RNA total melalui penggerusan tanpa menggunakan nitrogen cair sedemikian hingga diperoleh RNA total dengan kemurnian tinggi yang dapat digunakan untuk bahan deteksi virus dan viroid melalui teknik RT-PCR. Metode menurut invensi ini terdiri dari tahapan melakukan sterilisasi alat penggerus; mendinginkan alat penggerus steril; menyimpan alat penggerus pada suhu -20oC; menyiapkan sampel tanaman; menyiapkan alas es; meletakkan alat penggerus di atas es; memasukkan sampel dan buffer ekstraksi dalam alat penggerus; menggerus sampel; mengisolasi RNA dari sap/larutan homogen sampel; dan memperoleh RNA total. RNA total yang dihasilkan dapat langsung digunakan sebagai template dalam deteksi virus atau viroid dengan RT-PCR atau disimpan terlebih dahulu dalam suhu – 20 oC sampai akan digunakan.
Invensi ini mengungkap mengenai suatu metode pembuatan dan pembaharuan knowledge graph serta penentuan pertanyaan selanjutnya pada layanan komunikasi otomatis secara virtual (chatbot) untuk identifikasi tumbuhan berbiji (Spermatophyta) seperti sebagaimana pada invensi ini. Metode pembuatan knowledge graph pada invensi ini terdiri dari menerima data input karakter morfologi dari berbagai jenis tumbuhan berbiji; mengekstraksi karakter; membentuk node dalam knowledge graph; membuat matriks kombinasi; menentukan bobot edge berdasarkan tingkat relevansi; dan mendapatkan matriks bobot untuk knowledge graph. Metode pembaharuan dari knowledge graph pada invensi ini terdiri dari mendapatkan hasil jawaban dari pengguna yang tidak cocok dengan matriks bobot; mengidentifikasi kemungkinan; memverifikasi perubahan oleh expert; memperbaharui knowledge graph; dan mendapatkan knowledge graph yang diperbaharui. Sedangkan metode penentuan pertanyaan selanjutnya terdiri dari menerima jawaban dari pengguna atas pertanyaan yang diajukan oleh layanan chatbot; mengolah dan mencocokkan dengan matriks bobot; dan memberikan pertanyaan selanjutnya berdasarkan node dengan matriks bobot.
Invensi ini berupa suatu formula dan proses pembuatan bioplastik dengan bahan tepung daging pisang dan tepung kulit pisang sebanyak 35:30, dan gliserol 35%; kemudian dicampurkan dengan mesin ektruder pada suhu 80-105oC; lalu menerapkan perlakuan irradiasi sinar gamma dengan dosis 10 kGy, 30 kGy, dan 50 kGy, dan hasilnya dicetak panas dengan teknik kompresi pada suhu 125 °C, tekanan 20 kgf/cm2 selama 5 menit, sehingga menghasilkan lembaran bioplastik. Berdasarkan invensi ini, diperoleh lembaran bioplastik yang memiliki nilai kuat tarik berkisar pada 0,911-1,219 MPa, elongasi 25,185-29,086%, dan modulus young 5,871-9,268%. Nilai kuat tarik setelah perlakuan irradiasi sinar Gamma terjadi peningkatan yang sangat siginifikan yaitu antara 203%- 273%. Demikian juga dengan kenaikan modulus Young berkisar antara 244%-386%.
Invensi ini berkenaan dengan metode analisis kandungan GABA (Gamma-Aminobutyric Acid) pada beras berpigmen untuk mendapatkan metode yang lebih cepat, sensitif dan spesifik. Beras mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin serat, mineral, protein, dan khususnya gamma-aminobutyric acid. GABA merupakan neurotransmiter penghambat dengan efek menguntungkan termasuk antihipertensi, menghambat proliferasi sel kanker dan membantu dalam mengobati beberapa gangguan kecemasan. Metode High Performance Liquid-Chromatography (HPLC) telah banyak digunakan untuk menganalisis bahan fungsional dalam makanan. Dalam invensi ini, GABA diderivatisasi dengan menggunakan dansyl klorida dan metode UFLC (Ultra-Fast Liquid-Chromatography) digabungkan dengan detektor Poly Diode Array (PDA) dan binary pump dan kolom Advance Bio Amino Acid Analysis (AAA) digunakan untuk mengukur kandungan GABA pada 17 beras berpigmen varietas lokal dan nasional dan diperoleh rataan kandungan GABA terukur pada 17 beras berpigmen dengan kolom AAA lebih tinggi dibandingkan kandungan GABA dengan metode lainnya. Oleh karena itu, metode HPLC yang diperoleh dalam invensi ini mudah, cepat dan sesuai untuk mendeteksi GABA pada beras berpigmen.
Invensi ini bertujuan menghasilkan formula pakan ikan yang diperkaya dengan crude oligosakarida alginat untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan air tawar.Metode pembuatan dengan, produksi crude oligosakarida alginat (OSA) menggunakan Sargassum sp pada dosis bakteri B. Megaterium S245 1-5%, waktu fermentasi 3-12 hari dan suhu fermentasi 28oC; Pembuatan pakan uji menggunakan formula yang diperkaya crude OSA yang terdiri dari: crude OSA 1-3%, tepung ikan 32%, tepung daging tulang 5%, tepung bungkil kedelai 22%, tepung dedak pollar 10%, tepung jagung 18-21%, minyak ikan 2%, minyak jagung 2%,tepung tapioca 4.5% (filler), premix vitamin dan mineral 1.48%, dan metionin-lisin 0.02%; Aplikasi pakan pada ikan mas berukuran 2.27±0.01 gram sebanyak 20 ekor per bak fiber (60x40x50 cm) selama 45 hari pemeliharaan. Parameter yang diukur: pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, sintasan, hematologi dan biokimia darah ikan. Hasil invensi memperlihatkan bahwa pakan yang diperkaya crude OSA mampu meningkatkan performa pertumbuhan ikan mas 2 kali lebih tinggi dibanding kontrol, mampu menurunkan rasio konversi pakan 2 kali lebih rendah dibanding kontrol serta mampu meningkatkan status kesehatan ikan, yang terlihat dari peningkatan sel darah merah dan sel darah putih.
Invensi ini berhubungan dengan alat pendeteksi kesegaran rajungan berbasis bau/aroma dan warna yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan, miniplants, dan instansi pemerintah. Alat pendeteksi kesegaran rajungan menurut invensi ini terdiri dari beberapa bagian, meliputi kontainer boks penempataan rajungan, terdapat tiga sensor yang dihubungkan ke mikrokontroler, dan modul kamera dihubungkan ke perangkat pengolah data. Nilai hasil pengukuran sensor ditampilkan di layar dan disimpan dalam perangkat pengolah data. Gambar yang diambil modul kamera disimpan di perangkat pengolah data kemudian diolah dengan program untuk menghasilkan nilai warna (L, a, dan b). Alat pendeteksian kesegaran rajungan ini terinstal dalam satu kesatuan peralatan yang ringkas dan portabel. Semua bagian komponen alat pendeteksi ini dapat dipindah tempat dengan mudah karena tidak tertanam pada pondasi yang permanen. Dengan adanya tiga sensor dan satu kamera yang diintegrasikan menjadi satu kesatuan menjadikan alat ini dapat digunakan untuk mendeteksi kesegaran rajungan berbasis bau/aroma dan warna secara cepat dan praktis.
Invensi ini berhubungan dengan pengujian kecepatan infiltrasi air, khususnya berupa sistem dan metode untuk uji kecepatan infiltrasi air terhadap tanah tiga arah berbasis Internet of Things yang terdiri dari pipa tetes irigasi yang terdapat lubang untuk keluar tetes air, tangki air untuk menampung sejumlah air yang akan dialirkan, wadah tempat menampung sampel tanah yang akan diujikan, sensor kelembaban tanah, dan rangkaian datalogger (sistem untuk menyimpan data) untuk pantau dan menyimpan data hasil pengujian pada memory card dan mengirim data ke google sheets, sehingga kecepatan infiltrasi air terhadap sampel tanah yang diujikan dapat dipantau secara real time. Invensi ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan invensi-invensi terdahulu, dan tujuan khususnya untuk menyediakan suatu sistem dan metode untuk uji kecepatan infiltrasi air terhadap tanah tiga arah berbasis Internet of Things dengan cara mengalirkan air melalui lubang pipa irigasi tetes sehingga meresap perlahan ke tanah, kemudian merekam kecepatan infiltrasi air dengan menggunakan tiga buah sensor kelembaban tanah untuk mengetahui kecepatan infiltrasi ke arah vertikal atas, vertikal bawah, dan horisontal; rangkaian datalogger menyimpan kecepatan infiltrasi tersebut ke dalam sebuah memory card dan mengirim data ke google sheets.
Invensi ini berhubungan dengan primer spesifik untuk mendeteksi penanda gen melanocortin 4 receptor (MC4R) pada ayam, khususnya primer spesifik untuk mendeteksi penanda gen gen MC4R pada ayam lokal dengan metode deteksi menggunakan PCR sedemikian hingga diperoleh hasil deteksi berupa amplikon yang dapat divisualisasi dengan elektroforesis. Primer spesifik menurut invensi ini terdiri dari MC4R_FAL (5’- GAC ACT CCA GCC TCT CCA TT -3’) dan MC4R_RAL (5’- TGC ATG TGA TGA TGA CCC CT -3’). Primer spesifik tersebut digunakan dalam dalam metode deteksi gen MC4R pada ayam menggunakan PCR melalui tahapn melakukan ekstraksi sampel DNA, mencampur reaktan PCR dalam tabung PCR, memasukkan tabung PCR dalam mesin PCR, mengoperasikan mesin PCR dengan pengaturan tertentu, memvisualisasikan produk PCR dengan mesin elektroforesis, dan menentukan keberadaan gen MC4R berdasarkan hasil visualisasi DNA. Keberadaan penanda gen MC4R ditunjukkan dengan adanya pita DNA berukuran 491 bp pada visualisasi hasil deteksi menggunakan primer menurut invensi ini.
Invensi ini berkaitan dengan formula biokontrol berbentuk granul dan proses pembuatannya untuk mengendalikan jamur patogen Ganoderma boninense pada tanaman kelapa sawit. Bahan aktif yang digunakan adalah konsorsium bakteri serta ekstrak senyawa aktifnya, sedangkan bahan pembawa yang digunakan adalah tepung zeolit, bahan organik, arang aktif dan molases. Gipsum digunakan sebagai bahan perekat yang mudah terurai oleh mikroba tanah dan tidak mencemari lingkungan. Formula biokontrol ini terdiri dari 4 granul. Granul 1 diformulasi dengan bahan aktif bakteri Stenotrophomonas maltophilia S131. Granul 2 diformulasi dengan bahan aktif bakteri Bacterium BS1727. Granul 3 diformulasi dengan bahan aktif bakteri Bacterium BS1602. Granul 4 diformulasi dengan bahan aktif ekstrak senyawa aktif bakteri. Ke 4 granul diformulasi dengan bahan pembawa tepung zeolit, bahan organik, molases dan gipsum sebagai bahan perekat. Formula biokontrol ini dibuat dalam bentuk granul dengan ukuran dan jenis granul tertentu sehingga mudah dalam penyimpanan dan tahan lama. Formula biokontrol ini dapat menghambat pertumbuhan Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit dengan nilai penghambatan lebih dari 50%.
Invensi ini mengenai Proses Perbanyakan Anggrek Dendrobium secara Ex Vitro, kegiatan perbanyakan bibit memerlukan sarana dan prasana serta protokol untuk pelaksanaannya. Dalam melaksanakan alur proses perbanyakan anggrek dendrobium secara ex vitro harus disiapkan lokasi pembibitan, sarana dan prasarana dan metode perbanyakan. Proses perbanyakan bibit anggrek dendrobium secara ex vitro dan aplikasi formula dengan alur proses yaitu: persiapan formula yang digunakan; persiapan media tanam yang digunakan potongan sabut kelapa yang disusun dalam baki-baki plastik; persiapan sumber eksplan untuk indukan sebagai bahan untuk dijadikan kebun pangkas; persiapan tanaman multiplikasi yang diambil dari kebun pangkas; melakukan perbanyakan bibit anggrek dendrobium secara massal yang diambil dari induk multiplikasi; dan menumbuhkan bibit menjadi bibit siap edar. invensi ini tidak membutuhkan biaya tinggi sehingga lebih murah, dengan aplikasi formula ex vitro inisiasi dan pertumbuhan tunas lebih cepat, bisa di produksi secara massal, proses produksi bibit tidak tergantung musim dan mutu bibit sesuai dengan induknya.